10 Jul 2009 Katrisolo

Dimodifikasi dikit dari buku Yasa Boga. Menurut buku, kalau di Sumatera ini disebut Nasi Lamak Sarikayo. Di Kalimantan sih, kue ini seringnya muncul pas bulan puasa Ramadhan, dijual diantara kue-kue basah untuk berbuka, seperti halnya kue talam/amparan tatak.

  • 500 g ketan putih, rendam 2 jam atau semalam (aku rendam 2 malam, dengan syarat diganti airnya; dengan begini, ketan patah-patah dan lebih lembut hasilnya seperti tetel ataupun jadah)
  • 1 sdt garam (aku 1 1/4 sdt, biar gurih)
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong
  • 125 cc santan kental (aku pake 125 ml santan kalengan)
  • 1 sdm tepung beras, untuk taburan (aku pake tepung maizena)
  • minyak goreng untuk olesan

Lapisan Atas

  • 5 butir telur ayam
  • 250 g gula merah, iris halus (karena ga punya, aku pake 100 g brown sugar + 150 gram gula putih)
  • 1 sdm tepung beras/maizena
  • 1/4 sdt garam
  • 200 cc santan

Cara Membuat

  • Kalau buku; kukus, rebus, kukus. Kalau aku, karena rendaman 2 malam dan beras ketan melunak patah-patah bulir kecil, aku tiriskan, cuci bersih, rebus beserta santan dan bahan lainnya pada api kecil hingga santan habis, kukus hingga matang.
  • Buang daun pandan, padatkan pada loyang 9-inch bulat yang sudah di olesi minyak.
  • Taburi dengan maizena, kukus kembali
  • Sementara itu, kocok telur dengan bahan lainnya, lalu tuang pada kukusan ketan, kukus hingga matang.
  • Jadi 2 loyang bulat
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply